Tuesday, August 31, 2010
Monday, August 30, 2010
Bulan pun telah terbelah
Allah berfirman:
“Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah.” (Q.S. Al-Qamar: 1)
Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.
Beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan hal itu di University Cardif, Inggris bagian Barat. Para peserta yang hadir ber-macam2, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah mengandung mukjizat secara ilmiah?
Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka hal itu adalah mukjizat yang terjadi pada masa Rasul terakhir Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi2 sebelumnya.
Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits2 Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar2 maha berkuasa atas segala sesuatu.
Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang2 musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan meng-olok2)?
Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan se-benar2-nya. Serta-merta orang2 musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar2 telah menyihir kami!”
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir” orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Lalu mereka pun menunggu orang2 yang akan pulang dari perjalanan.
Orang2 Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, orang2 musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing2-nya kemudian bersatu kembali…”
Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: “Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda2 kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap… (sampai akhir surat Al-Qamar).
Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai Tuan, bolehkah aku menambahkan?”
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: “Dipersilahkan dengan senang hati.” Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama2 (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna2 Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku mem-buka2 terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…”
Aku bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, aku pun berhenti membaca ayat2 selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan se-hari2. Akan tetapi Allah maha tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.
Suatu hari aku duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi antara seorang presenter Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut bercerita tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter berkata, “Andaikan dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak gunanya.” Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik pada segi kedokteran, industri ataupun pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia2, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.”
Dalam diskusi tersebut dibahas tentang turunnya astronot hingga menjejakkan kakinya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana yang begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?”
Mereka pun menjawab, “Tidak! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun.”
Mendengar hal itu, presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai hingga demikian mahal taruhannya?” Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali!
Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batu2-an yang terpisah (karena) terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Kami meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali!”
Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, Mukjizat (kehebatan) benar2 telah terjadi pada diri Muhammad shallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar2 telah meng-olok2 AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, hingga 100 juta dollar, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin! Agama Islam ini tidak mungkin salah… Lalu aku pun kembali membuka Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar. Dan saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.”
Subhanallah…
Suber di sini
Saturday, August 28, 2010
Thursday, August 26, 2010
Thursday, October 8, 2009
Bapa maut ekori anak gadis
Cinta ibu bapamu membawa ke syurga. Cinta teman lelakimu yang adalah sia-sia.
Masih belum terlambat untuk kau berpatah semula dari jalan salah yang kau pilih anak-anak. Ambil iktibar dari cerita di bawah.
~Zalisa Maz~
Oleh FAIZAL NAZARUDDINfaizal.nazaruddin@kosmo.com.my
PADANG BESAR - Malang menimpa seorang bapa yang cuba mengekori pergerakan anak gadisnya yang keluar malam bersama teman lelaki apabila dia ditemui mati di Kilometer 12.5 Jalan Kangar- Padang Besar dekat Padang Malau, di sini kelmarin.
Mangsa, Amran Musa, 47, seorang pemborong beras, dikatakan keluar menaiki motosikal selepas menyedari anak gadisnya yang berusia 16 tahun itu menyelinap keluar bersama teman lelaki kira-kira pukul 1.30 pagi.
Sejam kemudian, bapa kepada empat anak itu ditemui mati berdekatan motosikalnya dalam keadaan cedera parah di kepala dan badan dipercayai akibat terbabas.
Menurut isteri mangsa, Marina Hashim, 35, suaminya yang tergesa-gesa keluar untuk mengetahui aktiviti luar anak sulungnya itu menyebabkan dia terlupa memakai cermin mata ketika menunggang motosikal.
Monday, July 13, 2009
Keajaiban kismis
Apabila ditanya apakah snek makanan ringan untuk kanak-kanak, jawapan yang biasa diterima adalah makanan seperti keropok, ais krim, gula-gula, lolipop, kerepek ubi kentang dan jeruk.
Walaupun sedar pelbagai kesan sampingan yang negatif terkandung dalam makanan ringan tersebut terutama penggunaan monosodium glutamate (MSG), gula dan pengawet yang tinggi, masih ramai ibu bapa tetap mengamalkan diet makanan ini.
Apa kata mulai hari ini, anda cuba ubah persepsi terhadap snek makanan iaitu menggantikannya dengan bahan makanan yang lebih berkhasiat.
Kismis adalah salah satu alternatif bahan makanan yang wajar dijadikan snek makanan kepada anak-anak. Justeru, anda perlu mengubah persepsi bahawa kismis hanya bahan makanan yang dimakan sewaktu menjelang peperiksaan, majlis keramaian tertentu atau dimasukkan ke dalam roti atau kek.
Menurut Pakar Pembangunan Kanak-Kanak di sebuah hospital tempatan, Ruth Liew, ramai yang semakin lupa bahawa, kismis mempunyai kandungan gula daripada buah yang asli. Ia mampu memberi tenaga yang konsisten kepada kanak-kanak.
"Memang gula-gula mampu memberi tenaga yang lebih, tetapi ia akan menyebabkan kanak-kanak menjadi hiper dan menjadi lemah apabila kandungan gula itu mula merosot.
"Berlainan dengan kismis. Dengan kismis, kanak-kanak akan dapat tenaga yang seimbang dan menyihatkan badan.
"Ia juga makanan ringan yang lebih baik daripada gula-gula. Gula-gula boleh meninggalkan kesan kerosakan pada gigi kanak-kanak dan tenaga yang diperoleh juga tidak sekata," jelas Ruth pada satu sesi penerangan tentang kebaikan kismis kepada media di Kuala Lumpur baru-baru ini.
Katanya, kanak-kanak masa kini tidak lagi gemar dengan makanan yang terlalu pelbagai, sebaliknya mereka lebih gemar makanan yang lebih santai. Oleh kerana itu, ibu bapa perlu menjadikan kismis sebagai snek makanan ringan untuk anak-anak yang masih bersekolah.
Tambah Ruth, untuk menjadikan kismis sebagai snek ringan kepada anak-anak, ibu bapa perlu memainkan peranan.
Bagi kanak-kanak atau golongan remaja yang sudah biasa atau gemar menikmati kismis begitu sahaja, ia bukan satu masalah lagi kepada ibu bapa.
"Bila mereka tengok TV, jangan bagi mereka kuaci atau keropok sebaliknya beri mereka kismis. Bekalkan juga kismis ketika ke sekolah," katanya.
Namun, jika ada yang tidak gemar menikmati kismis dalam bentuk mentah, ia boleh dicampur dalam pelbagai hidangan lain dengan cara mempelbagaikan makanan yang dicampur dengan kismis dalam hidangan waktu pagi, petang dan malam.
"Mereka mungkin tidak akan memilih kismis, tetapi ibu bapa perlu tahu khasiatnya. Terus beri galakan kepada anak-anak dengan mempelbagaikan masakan.
"Anda boleh campur kismis ke dalam bubur, sup, atau sayur-sayuran yang biasa dimakan anak-anak," kata Ruth yang mengakui ia juga boleh diamalkan dalam diet orang dewasa.
Ruth yang menerima reaksi daripada ibu bapa yang memberi kismis kepada anak-anak juga memberitahu, hasil yang diperoleh amat positif.
"Ada ibu bapa mula mempelbagaikan cara pemakanan dan ada juga yang memberi kismis seperti memakan vitamin setiap hari.
"Malah, ada juga anak-anak yang gembira dengan amalan makanan anggur kering itu," jelas Ruth yang turut mengamalkan memakan kismis sejak kecil lagi.
Dalam Islam, kismis sudah lama disaran untuk pemakanan kanak-kanak kerana ia adalah makanan tambahan yang mampu merangsang minda dalam melahirkan generasi genius.
Menyedari kebaikan kismis dan kemampuannya menjadi snek dalam makanan kanak-kanak, masyarakat Barat turut mula mengambilnya dalam diet mereka.
Penelitian Christine D.Wu dari Universiti Illinois, Chicago, Amerika Syarikat mendapati kismis mengandungi antioksidan yang dapat melawan bakteria penyebab kerosakan gigi dan gusi.
Antara antioksidan itu adalah asid oleanolic, oleanolic aldehyde, betulin, asid betulin dan 5-(hydroxymethyl)-2-furfural.
Asid oleanolic mampu menghambat pertumbuhan dua spesies bakteria penghuni mulut iaitu streptoccus mutan, penyebab plak dan kerosakan gigi serta porphyromonas gingivalis, penyebab penyakit periodontal.
Sementara itu, pakar pemakanan dari sebuah hospital swasta, Tan Yen Sing, berkata, kajian juga mendapati kismis yang kaya dengan potassium dan rendah dalam sodium membantu mengurangkan tekanan darah tinggi.
"Malah, khasiat daripada kismis juga boleh mengurangkan risiko strok dan melemahkan perkembangan penyakit-penyakit organ dalam badan.
Selain itu juga, kismis mengandungi fiber dan asid tartaric. Ia juga baik untuk kesihatan tulang dalam badan anda.
Katanya, kismis mempunyai banyak khasiat pemakanan, serat, antioksidan, vitamin dan kalium yang merupakan nutrien penting untuk badan.
"Saya menafikan memakan kismis akan membuatkan anda gemuk. Ia adalah mitos. Ini kerana, manis yang ada pada kismis adalah manis buah-buahan yang asli.
"Ia juga mudah untuk dibawa dan boleh dipelbagaikan dalam masakan seisi keluarga," ujar Tan Yen Sing.
Wednesday, April 15, 2009
Peminta sedekah (cerpen 50)
Salim yang terkejut kerana tidak menyangka akhirnya dia akan ditemui oleh kakaknya kelam kabut melarikan diri.
sambung...
Sunday, March 29, 2009
Usah kecil hati
nanti
malu tak terperi-peri
berada di bawah
tak perlu kecil hati
biar pun mereka mengeji
kau tahu di mana letaknya diri
cukuplah yang di langit memandangmu tinggi
yang lain-lain usah dipeduli.
Wednesday, March 25, 2009
Novel ini terpilih pada tahun lepas

Pesanan untuk penulis, simpan wang anda kerana apabila buku anda terpilih, anda perlu membeli buku anda sendiri daripada penerbit. Tetapi tidak semua penerbit meminta wang terlebih dahulu. Ada yang memberi kebenaran mengambil buku secara percuma setelah terjual baharulah melunaskan harganya.
Bayaran oleh PNM juga akan dipotong sebanyak 0.8 peratus sekiranya e- perolehan. Tidaklah banyak tetapi harap-harap tidak dipotong langsung. Hehehe....
Terima kasih PNM kerana sudi merayu kepada kementerian bagi pihak kami penulis. Harap-harap selepas 2009 PNM tolonglah rayu lagi. Semoga semua penulis mendapat faedah daripada dana itu.
Semoga Allah membalas kebaikan PNM dengan sebaik-baik balasan. Amin....
Wednesday, March 18, 2009
Promosi buku
Akak ada di bangunan biru. Zalisa di mana, tanya kak r.
Uik, buek apo kek situ. Saya di bangunan yang lagi satu.
Lo, okeylah, akak ke sana sekarang.
Saya hubungi pula rakan a. Tup, tup muka dia tersembul depan pintu bangunan yang cantik itu sambil bercakap di HP dengan saya :D
Kami naik ke tingkat atas. Setelah diperkenankan, kami berjumpa dengan pegawai yang bertugas. Saya beri peluang kak r promosi buku dia dulu, kemudian saya pula masuk daun. Selesai saya bercakap a pula menggoreng tentang novel2nya.
Setelah hampir setengah jam kami menggoreng, kami minta izin untuk pulang. Kami berpisah dengan kak r di hadapan pintu. Saya dan a pergi isi perut yang belum diisi lagi dari pagi tadi. Urrp... Alhamdulillahm perutpun udah berat.
Kami pakat pulang bersama. Dalam teksi, a tiba-tiba teringat dia masih belum bayar harga makanannya. Hahaha.... Apalah hikmah agaknya, sudah dua orang terlupa bayar harga makanan apabila makan bersama saya.
Sampai di rumah saya berkata kepada diri, sekarang apa yang perlu saya lakukan adalah doa, tawakkal dan baik sangka pada Allah.